Sabtu, 04 Juni 2016

ANALISIS TRANSAKSIONAL

Analisis trasaksional dipandang sebagai sesuatu yang positif, karena manusia secar filosofis dapat ditingkatkan, dikembangnkan dan diubah secara langsung melalui proses yang aman, menggairahkan dan bahan menyenangkan. Secara keseluruhan dasar filosofinya bermula dari asumsi bahwa semuanya OK, artinya bahwa setiap individu perilakunya mempunyai dasar menyenangkan dan mempunyai potensi serta keinginan untuk berkembang, dan mengaktualisasikan diri. Dalam melakukan hubungan denagn orang lain sangat perhatian dan mengayomi lawan bicaranya dan mengundang individu lain untuk senang, cocok, dan saling mengisi, yang di dalam dasar teori dan praktek nanlisi transaksional di sebut I’m OK and You’re OK.
Corey (1995: 386), menyatakan tugas terapi adalah menolong klien mendapatkan perangakt yang diperlukan untuk mendapat perubahan, menolong klien untuk menemukan kekuatan internal mereka untuk mendapatkan perubahan denagn jalan mengambil keputusan yang lebih cocok.
Seperti terapi behavioral yang lain, terapi ini lebih menuntut adanya ketrampilan dan kepekaan yang tinggi untuk menjalin hubunagn kerja denagn klien. Terapis untuk aktif dan bersikap mengarahkan serta berfungsinya sebaagi konsultan dan yang bisa menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, mereka menggunakan model brusaha keras dalam mendorong perubahan perilaku dalam lingkunagn alami klien, maka hal penting yang perlu mendapatkan perhatian adalah bahwa mereka secara pribadi bisa bersikap menunjang (Corey, 1995: 422).

A. HAKIKAT MANUSIA
Analisis trasaksional berakar dari filosofi antideterministik. Iman ditemaptkan dalam kapsitas seseorang untuk di atas pola kebiasaan dan untuk memilih sasaran dan perilaku baru. Ini tidak berarti bahwa mereka sama sekali tanpa ada hal yang mempengaruyhinya bisa sampai pada penentuan hidup yang kritis. Analisis ini juga mengakui bahwa mereka dipengaruhi oleh harapan serta tuntutan oleh orang lain yang signifikan baginya, terutama oleh karena keputusan yang terlebih dahulu telah dibuat pada masa hidup mereka pada saat mereka sangat bergantung pada orang lain. tetapi keputusan dapat ditinjau kembali dan ditantang dan apabila keputusan yang telah diambil terdahulu tidak lagi cocok, bisa dibuat keputusan

B. Tujuan Terapi
Membantu pihak klien daalm rangka membuat keptusan baru, yaitu tentang tingkah lakunya sekarang yang diarahkan pada kehidupannya, caranya dengan jalan membantu klien untuk mendapatkan kesadaran tentang bagaimana klien mengahadapi masalahnya berkaitan denagn kebebasan memilih dan memberikan pilihan untuk menentukan cara hidupnya.

C. Tehnik dan Proses Terapi

1.) Analisis struktural
Merupakan perangkat yang bisa menjadikan manusia sadar akan isi dan berfungsinya orang tua, orang dewasa dan anak-anak yang ada pada diri meraka.Klien dapat belajar mengidentifikasi status ego mereka.
2.) Analisis Transaksioanal
Suatu deskripsi tentang apa yang dikerjakan dan dikatakan orang tentang dirinya sendiri & orang lain. Yang terjadi antar manusia melibatkan transaksi status ego; jika pesan disampaikan diharapkan ada respon.

Ada 3 jenis transaksi; komplementer, lintas, & tersembunyi :

1.) Transaksi komplementer ini dapat terjadi jika antara stimulus dan respon cocok, tepat dan memang yang diharapkan sehingga transaksi ini akan berjalan lancar. Misalnya pembicaraan antara dua individu yang sama-sama menggunakan status
ego orang tua, dewasa atau anak-anak.
2.) Transaksi silang, ini terjadi jika antara stimulus dan respon tidak cocok atau tidak sebagaimana yang diharapkan dan biasanya komunikasi ini akan terganggu.
3.)Transaksi terselubung, terjadi jika antara dua status ego beroperasi bersama-sama.

0 komentar:

Posting Komentar