Analisis trasaksional dipandang sebagai sesuatu
yang positif, karena manusia secar filosofis dapat ditingkatkan, dikembangnkan
dan diubah secara langsung melalui proses yang aman, menggairahkan dan bahan
menyenangkan. Secara keseluruhan dasar filosofinya bermula dari asumsi bahwa
semuanya OK, artinya bahwa setiap individu perilakunya mempunyai dasar
menyenangkan dan mempunyai potensi serta keinginan untuk berkembang, dan
mengaktualisasikan diri. Dalam melakukan hubungan denagn orang lain sangat
perhatian dan mengayomi lawan bicaranya dan mengundang individu lain untuk
senang, cocok, dan saling mengisi, yang di dalam dasar teori dan praktek
nanlisi transaksional di sebut I’m OK and You’re OK.
Corey (1995: 386), menyatakan tugas terapi
adalah menolong klien mendapatkan perangakt yang diperlukan untuk mendapat
perubahan, menolong klien untuk menemukan kekuatan internal mereka untuk
mendapatkan perubahan denagn jalan mengambil keputusan yang lebih cocok.
Seperti terapi behavioral yang lain, terapi ini
lebih menuntut adanya ketrampilan dan kepekaan yang tinggi untuk menjalin
hubunagn kerja denagn klien. Terapis untuk aktif dan bersikap mengarahkan serta
berfungsinya sebaagi konsultan dan yang bisa menyelesaikan masalah. Oleh karena
itu, mereka menggunakan model brusaha keras dalam mendorong perubahan perilaku
dalam lingkunagn alami klien, maka hal penting yang perlu mendapatkan perhatian
adalah bahwa mereka secara pribadi bisa bersikap menunjang (Corey, 1995: 422).
A. HAKIKAT
MANUSIA
Analisis trasaksional berakar dari filosofi
antideterministik. Iman ditemaptkan dalam kapsitas seseorang untuk di atas pola
kebiasaan dan untuk memilih sasaran dan perilaku baru. Ini tidak berarti bahwa
mereka sama sekali tanpa ada hal yang mempengaruyhinya bisa sampai pada
penentuan hidup yang kritis. Analisis ini juga mengakui bahwa mereka
dipengaruhi oleh harapan serta tuntutan oleh orang lain yang signifikan baginya,
terutama oleh karena keputusan yang terlebih dahulu telah dibuat pada masa
hidup mereka pada saat mereka sangat bergantung pada orang lain. tetapi
keputusan dapat ditinjau kembali dan ditantang dan apabila keputusan yang telah
diambil terdahulu tidak lagi cocok, bisa dibuat keputusan
B. Tujuan
Terapi
Membantu pihak klien daalm rangka membuat
keptusan baru, yaitu tentang tingkah lakunya sekarang yang diarahkan pada
kehidupannya, caranya dengan jalan membantu klien untuk mendapatkan kesadaran
tentang bagaimana klien mengahadapi masalahnya berkaitan denagn kebebasan
memilih dan memberikan pilihan untuk menentukan cara hidupnya.
C. Tehnik
dan Proses Terapi
1.) Analisis
struktural
Merupakan perangkat yang bisa menjadikan manusia
sadar akan isi dan berfungsinya orang tua, orang dewasa dan anak-anak yang ada pada diri meraka.Klien dapat belajar mengidentifikasi status ego mereka.
2.) Analisis
Transaksioanal
Suatu deskripsi tentang apa yang dikerjakan dan
dikatakan orang tentang dirinya sendiri & orang lain. Yang terjadi antar manusia melibatkan transaksi
status ego; jika pesan disampaikan diharapkan ada respon.
Ada
3 jenis transaksi; komplementer, lintas, & tersembunyi :
1.) Transaksi
komplementer ini dapat terjadi jika antara stimulus dan
respon cocok, tepat dan memang yang diharapkan sehingga transaksi ini akan
berjalan lancar. Misalnya pembicaraan antara dua individu yang sama-sama
menggunakan status
ego orang tua, dewasa atau anak-anak.
ego orang tua, dewasa atau anak-anak.
2.) Transaksi
silang, ini terjadi jika antara stimulus dan respon tidak cocok atau
tidak sebagaimana yang diharapkan dan biasanya komunikasi ini akan terganggu.
3.)Transaksi
terselubung, terjadi jika antara dua status ego beroperasi
bersama-sama.
0 komentar:
Posting Komentar