Sabtu, 04 Juni 2016

Contoh Verbatim Behavior (Disentisiasi Sistematis)

Nama               : Destria Atmaningtyas
NPM               : 13.601060.007

PENDEKATAN BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK DISENTISIASI
Ki
(tok..tok...) Assalamualaikum bu

Ko
Wa’alaikumsalam, mari silahkan masuk de.

Ki
Iya terima kasih bu (sembari duduk)

Ko
Kamu tadi dari mana wi ?

Ki
Tadi saya dari toko buku bu, setelah dari sana saya lngsng ke tempat ibu.

Ko
Ouh begitu, apa kamu mau minum terlebih dahulu sebelum memulai konseling ini ?

Ki
Emm tidak bu, terima kasih..

Ko
Baiklah kalau begitu..
Oia, sebelumnya kamu sudah pernah mengikuti proses konseling kn wi?

Ki
Iya bu sebelum nya saya sudah pernah mengikuti proses konseling bersama ibu, tetapi itu sudah cukup lama bu. Sekitar setahun yang lalu.

Ko
Ouh baiklah kalau seperti itu. Sekiranya apa yang masih kamu ingat mengenai konseling itu sendiri ?

Ki
Emm yang saya ingat mengenai konseling itu bu adalah proses pemberian bantuan kepada klien tidak hanya kepada klien yang bermasalah saja, tetapi membantu klien untuk menemukan potensi yang ada pada dirinya sehingga ia mampu untuk menyelesaikan permasalahn yg dihadapi. Seperti itu bu yang saya ingat.

Ko
baiklah, itu sudah cukup baik..
disini ibu akan sedikit menjelaskan kembali ya mengenai konseling itu sendiri. Nah konseling itu senddiri adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh konselor kepada konseli/klien secara khusus yang dilakukan melalui interaksi antara dua orang dengan tatap muka, dimana disini adalah konselor dan konseli saja. Disni pun kamai para konselor memiliki etika dasar dalam proses konseling, salah satunya adalah asas kerahasiaan, dimana saya menjamin bahwa masalah yang kamu hadapi ini hanya tuhan, saya dan kamu saja yg mengetahuinya. Jadi kamu tidak perlu khawatir jika masalah kamu ini diketahui orang lain. Sehingga diharapkan saat proses konseling pun kamu terbuka dengan masalah kamu agar proses konseling dapat berjalan dengan baik. Jadi apakah kamu sudah mengerti dwi ?

Ki
Iya saya sudah mengerti bu. Saya akan terbuka dengan masalah yang saya hadapi sekarang ini.

Ko
Baiklah, terima kasih kamu mw bekerja sama dalam proses konseling ini.

Ki
Iya sama-sama ibu

Ko
Nah, sekarang bisakah kamu katakan tentang apa yang kamu resahkan sehingga kamu datang menemui saya hari ini ?

Ki
Emm.. begini bu.. saya merasa gugup dan cemas beberapa hari ini bu. Jadi saya bingung harus bagaimana mengatasi kecemasan saya ini.

Ko
Emm, bisa kamu perjelas apa yang menjadi penyebab kamu merasakan hal tersebut ?

Ki
Akhir-akhir ini saya merasa gugp dan cemas dikarenakan sebantar lagi saya akan mengikuti tes beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi setelah lulus SMA ini.. saya takut jika saya tidak dapat melakukannya sesuai dengan harapan saya. Karena hal ini saya menjadi tidak fokus saat memulai  untuk belajar dan sulit tidur malam, saya takut, saya kepikiran bu. Ayah dan ibu saya juga sudah mengetahui hal ini, mereka mengatakan saya mampu untuk mengikuti tes tersebut dan saya bisa membanggakan mereka.. tetapi hal tersebut masih membuat saya cemas dan kepikiran bu. Saya harus bagaimana bu?

Ko
emm, kamu tenang ya dwi. Lalu apakah hal ini membuat kamu tidak ingin melanjutkan dan tidak ingin mengikuti tes tersebut ?

Ki
Eemm tidak bu.. saya sangat ingin mengikuti tes tersebut, saya merasa ini kesempatan saya untuk bisa melanjutkan ke perguruan tinggi dan membanggakan orang tua saya.. tapi disisi lain ketakutan dan kecemasan saya ini membuat saya berpikir apakah saya bisa melalui tes tersebut sesuai dengan harapan saya. Ini membuat saya selalu kepikiran bu.

Ko
Emm, berarti dapat dikatakan kamu merasa sangat cemas dan ketakutan dengan jalannya tes yang akan kamu hadapi nanti, apakah benar seperti itu ?

Ki
Iyaa bu seperti itulah yang saya pikirkan. Emm, apakah ibu pernah mengalami hal yang saya alami sekarang bu?

Ko
Emm, kalau hal itu sebenarnya ibu juga pernah merasakannya. Tetapi pada akhirnya saya berhsil melewatinya dengan baik. Selalu berpikir positif itu kuncinya.

Ki
Emm seperti itu ya bu. Saya melakukan hal itu tapi tetap saja kepikiran bu.

Ko
Ibu mengerti dengan apa yang kamu rasakan saat ini dwi.
Jadi, dari pembicaraan yang kita lakukan tadi kamu merasa cemas sehingga membuat kamu tidak fokus dan sulit tidur dimalam hari. Kamu juga sudah membicarakan hal ini kepada kedua orang tua kamu akan hal ini dan mereka meresponnya dengan baik dan sangat mendukung kamu. Tetapi hal itu tetap membuat kamu merasa takut cemas dan kepikiran dengan tes yang akan kamu hadapi. Kamu takut tidak akan berjalan sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Bnarkah demikian ?

Ki
Iyaa bu.. itu benar sekali.

Ko
Emm baiklah dwi, setelah mendendengarkan permasalahn yang kamu hadapi tadi, selanjutnya kita akan melakukan teknik disentisisai untuk mengatasi kecemasan kamu ini.

Ki
Emm, apa itu teknik disentisisai bu ?

Ko
Teknik disentisisasi ini adalah salah satu teknik yang ada dalam konseling dimana teknik ini digunakan untuk mengurangi tingkat kecemasan konseli dengan membuat konseli relaks terlebih dahulu dan menyusun tingkatan-tingkatan kecemasannya. Tingkatan kecemasan atau hirarki kecemasan ini disusun dari reaksi kecemasan yang rendah sampai reaksi kecemasan yang tinggi. Kemudia konseli diminta untuk rileks kembali dan membayangkan setiap tingkatan kecemasan.
Apakah kamu mengerti dwi ?

Ki
Emm,, iyaa saya sudah mengerti bu.

Ko
Baiklah kalau kamu sudah mengerti, sekarang kita akan mulai ya. Kamu silahkan duduk dan lemaskan tubuh kamu sehingga kamu merasa santai. Pejamkan mata anda. Tarik nafas dalam-dalam kemudian keluarkan dari mulut, lakukan sebnyak tiga kali hitung didalam hati......baiklah sekarang kamu bayangkan kamu berada ditempat yang sangat kamu sukai, dimana tempat tersebut membuat kamu sangat nyaman... jika kamu sudah membayangkan nya, anggukan kepala kamu?

Ki
Mengangguk...

Ko
Dimanakah tempat yang membuat merasa nyaman dan lebih santai ?

Ki
Sekarang saya berada di padang rumput yang luas.

Ko
Bagaimana suasana dipadang rumput tersebut dan dengan siapa anda disana?

Ki
Suasana disini terasa sangat sunyi, sejuk dan menenangkan hati saya, dan disini saya hanya seorang ddiri menikmati padang rumput yang indah ini.

Ko
Emm bagus dwi. Apakah sekarang kamu sudah merasa lebih rileks dan nyaman? Jika iya anggukan kepala kamu.

Ki
Mengangguk...

Ko
Baiklah jika kamu sudah merasa lebih rileks.. sekarang kamu tarik nafas dalam-dalam lagi dari hidung dan keluarkan dari mulut. Lakukan sebnyak 3 kali hitung dalam hati......sekarang buka mata kamu perlahan-lahan.

Ki
Membuka mata....

Ko
Apa yg kamu rasakan sekarang?

Ki
Saya merasa lebih lega bu..

Ko
Nah baiklah, selnjutnya kita masuk ke disentisisinya. Ibu minta kamu menuliskan hirarki kecmasan kamu saat mengikuti tes beasiswa tersebut.

Ki
Baik bu....... sudah bu

Ko
Terima kasih..
Nah sekarang kamu sudah menuliskan hirarki kecemasan kamu. Sekarang kita akan masuk ke teknik disentisisasi.
Kamu silahkan duduk dan lemaskan tubuh kamu sehingga kamu merasa santai. Pejamkan mata anda. Tarik nafas dalam-dalam kemudian keluarkan dari mulut, lakukan sebnyak tiga kali hitung didalam hati.. apakah kamu sudah merasa nyaman? Jika iya anggukan kepala kamu.

Ki
Mengangguk

Ko
Baiklah, sekarang bayangkan kamu bangun dari tempat tidur kamu dipagi hari dimana tes beasiswa akan dilaksanakan. Apa yang kamu lakukan saat itu dan bagaimana perasaan kamu?

Ki
saya duduk dipinggiran tempat tidur, kemudian beranjak kekamar mandi untuk membersihkan diri. Perasaan saya saat itu tidak terlalu cemas ataupun gugup.

Ko
Emm, baiklah.. kita lanjut... sekarang bayangkan kamu diperjalanan menuju tempat tes beasiswa dan pikirkan tentang tes tersebut. Apa yang kamu lakukan saat itu dan bagaimana perasaan kamu?

Ki
Saya duduk didalam mobil sambil mengulang pelajaran yang saya pelajari.. saya mulai merasa cemas bu, saya mulai tidak tenang memikirkan tentang tes tersebut.

Ko
Baik.. kemudian kamu bayangkan kamu sampai ditempat tes dan menunggu diruang tunggu sembari nama kamu dipanggil..apa yang kamu lakukan ditempat itu, bagaimana susana nya dan apa yang kamu rasakan saat itu ?

Ki
Saya hanya duduk menunggu, susana disni sangat hening sunyi dan ini membuat saya semakin gugup bu, saya cemas,, tangan saya mulai berkeringat, jantung saya mulai berdegup sangat kencang bu,, saya merasa keringat dingin sembari menunggu nama saya dipanggil..
Ko
Baiklah sekarang kamu tenang, tarik napas kamu dalam dalam dari hidung kemudian keluarkan dari mulut. Lakukan sebanyak tiga kali hitung dalam hati.. ibu minta kamu bayangkan kembali tempat yang membuatmu nyaman dan rileks.. buat dirimu senyaman mungkin.. jika kamu sudah merasa lebih nyaman anggukan kepala kamu?

Ki
Mengangguk

Ko
Baiklah jika kamu sudah merasa lebih nyaman.. sekarang kamu bayangkan kembali saat kamu menunggu diruang tunggu sembari nama kamu dipanggil, sekarang apa yang kamu rasakan

Ki
Saya masih gugup dan cemas bu, tetapi sedikit berkurang sekarang. Tangan saya tidak lagi berkeringat, tetapi jantung saya masih berdegup kencang.

Ko
Emm,, bagus dwi. Sekarang kita lanjut kembali, bayangkan sekarng nama kamu dipanggil dan kamu berjalan memasuki tempat tes tersebut.. apa yang kamu lakukan dan apa yag kamu rasakan saat itu?

Ki
Saya berjalan masuk kdalam ruangan dengan keadaan semakin cemas bu, badan saya bergetar, saya kembali keringat dingin bu.. jantung saya semakin berdegup kencang,, saya takut bu saya takut tidak bisa menjawab pertyaan tes itu.

Ko
Baiklah kamu tenang dwi, kamu sekarang kamu bayangkan kembali tempat yang membuat kamu nyaman? Kemuudian tarik lagi napas kamu dalam-dalam keluarkan dari mulut sampai kamu merasa rileks kembali..

Ki
Menarik napasss

Ko
Apakah kamu sudah merasa lebih baik serkrng?jika iya anggukan kepala kamu..

Ki
Mengangguk

Ko
Bagus kalau begitu..
Sekarang kita lanjutkan kembali saat kamu berada diruang tes.
Bayngakan kembali saat kamu memasuki ruangan tes? Sekarang bagaimana perassan kamu?

Ki
Saya merasa lebih baik, walaupun tingkat kecemasan saya masih tinggi

Ko
Tidak apa. Itu sudah lebih dari cukup.. sekarang kita lanjut ketingkat kecemasan yang paling tinggi.. bayangkan kamu duduk di ruangan tersebut, dan pengawas memberikan lembaran soal. Bagaimana susananya dan apa yang kamu rasakan sekarang?

Ki
Susana terasa semakin menegangkan bu, ruangan sangat sunyi hanya ada 5 oarang termasuk saya yang ada didalam ruangan itu,, semua terlihat tegang dan gugup bu.. saya kembali merasakan kecemasan saya semakin meningkat bu..

Ko
Kamu tenag.. tarik napas kamu dalam-dalam dari hidung keluarkan dari mulut.. lakukan sampai kamu merasa lebih nyaman sambil kamu membayangkan tempat yang mempuat kamu nyaman.

Ki
............

Ko
Apakah kamu sudah kembali nyaman?

Ki
Mengangguk

Ko
Baik, kita lanjutkan lagi.. kamu bayangkan kembali saat kamu masuk kedalam ruangan tersebut dan pengawas membagikan soal, bagaimana perasaan kamu?

Ki
Sekarang saya sudah bisa mengendalikan kecemasan saya bu,, saya merasakan kecemasan saya berkurang.. walaupun keteganggan itu masih saya rasakan..

Ko
Baguslah kalau begitu dwi.. sekarang ibu mnta kamu untuk lemaskan seluruh tubuh, renggangkan otot-otot kamu.. selanjutnya kamu kembali tarik napas dalam-dalam keluarkan dari mulut.. lakukan sebanyak tiga kali.. kemudian pelahan-lahan buka mata kamu..

Ki
Membuka mataaaa...

Ko
Nah bagaimana sekarang perasaan kamu dwi?

Ki
Sekarang saya sudah merasa lebih baik daripada diawal tadi bu..

Ko
Baguslah kalau kamu sudah merasa lebih nyaman dwi.
Ibu rasa kamusudah bisa mengendalikan kecemasan kamu dan ibu yakin kamu bisa menjalani tes beasiswa tersebut dengan sangat baik..

Ki
Iya ibu, terima kasih atas bantuan ibu

Ko
Iya sama-sama dwi..
Ibu minta kamu untuk terus berlatih mengendalikan kecemasan kamu ya..

Ki
Iya bu saya akan berusaha

Ko
Baiklah ibu rasa pertemuan hari ini cukup sampai disini, untuk pertemuan selanjutnya kita akan lakukan di hari dan jam yang sama, untuk membicarakan pengalaman kamu. Bagaimana?

Ki
Baiklah bu, kalau begitu saya pamit pulang dulu bu..
Terima kasih ya bu.

Ko
Iya sama-sama dwi

Ki
Assalamualaikum

Ko
Wa’alaikumsalam





0 komentar:

Posting Komentar