Sabtu, 04 Juni 2016

Contoh Verbatim Gestalt (Saya Bertanggung Jawab)




Nama                   : Destria Atmaningtyas

NPM                     : 13601060007

GESTALT DENGAN TEKNIK “SAYA BERTANGGUNG JAWAB...”

Ki
Assalamualaikum, permisi bu..
Attending
Ko
Wa’alaikumsalam, silahkan masuk

Ki
Iya, terima kasih bu

Ko
Silahkan duduk dik..

Ki
Iya bu..

Ko
Gimana kabar hari ini ?
Menanyakan Kabar
Ki
Tidak cukup baik bu..

Ko
Loh kenapa seperti itu dik ?

Ki
Emm, begini bu.. (diam)

Ko
Adik ngga perlu takut ataupun ragu untuk menceritakan masalah adik, ibu akan menjamin kerahasiaan masalah adik kok dan ibu akan membantu untuk menyelesaikan permasalahan yang adik hadapi ini. Jadi coba adik ceritakan apa yang membuat ade nampak gelisah seperti ini ?
Pertanyaan Terbuka
Ki
Sebenarnya begini bu , 2 minggu yang lalu saya ketahuan membolos dari sekolah oleh orangtua saya. Kemudian saat di rumah saya dimarahi oleh orangtua saya , Mereka menanyakan mengapa saya membolos dari sekolah. Saya sangat takut bu , Akhirnya saya jujur kepada mereka bahwa saya memang membolos dan saya katakan bahwa penyebab saya membolos adalah karena guru saya cara yang mengajar sangat tidak enak sehingga saya membolos sekolah dan ketahuan. Saya takut bu.

Ko
Lalu, sudah berapa kali Adik membolos dalam 1 minggu terakhir ini ?”
Pertanyaan Tertutup
Ki
Sudah 2 kali bu. Saya benar-benar takut , Saya takut dimarahi sama orangtua bu

Ko
Ibu kurang mengerti tentang perasaan takut Adik , Coba Adik jelaskan maksud dari ketakutan Adik itu ?
Claryfying
Ki
Saya sangat takut kalau sedandainya nanti orangtua saya bakal memberhentikan saya sekolah bu , Memotong uang belanja saya , Dan saya sangat takut kak saya tidak akan diperbolehkan lagi bergaul dengan teman-teman saya.

Ko
Sekarang coba Adik jelaskan apa yang Adik rasakan dari peristiwa yang Adik alami ?
Claryfying
Ki
Yang saya alami sekarang bu , Saya sangat takut saya merasa tidak memiliki arti , saya malu bu... dan saya sangat tertekan sehingga saya sangat takut dan saya ingin lari dari masalah yang saya alami ini bu

Ko
Iya...iya, ibu mengerti dan ibu sangat prihatin mendengarnya (dengan suara pelan dan menyentuh) dan ibu sangat mengerti apa yang Adik rasakan saat ini.
Empati
Ki
Iya bu

Ko
Tampaknya semua hal yang Adik ungkapkan kepadaibu merupakan gambaran dari perasaan ketakutan Adik yang sangat luar biasa  karena Adik sangat takut kehilangan perhatian dan rasa sayang dari orangtua Adik.
Refleksi
Ki
Iya bu..

Ko
Sekarang , ibu meminta Adik untuk mengungkapkan perasaan Adik selama ini kepada guru yang membuat Adik tidak nyaman saat di kelas sehingga akhirnya membolos ?
Proyeksi
Ki
Saya bingung mengungkapkan perasaan saya bu..

Ko
Kalau begitu , Coba Adik anggap ibu ini sekarang sebagai guru yang membuat adik tidak nyaman di kelas..

Ki
Ibu... ibu tahu tidak bahwa saya sangat tertekan belajar dengan ibu , Saya sangat muak dengan cara ibu mengajar yang hanya membentak saya , Menyuruh saya mencatat buku , Tidak memberikan saya kebebasan dalam berpendapat , Dan selalu ingin menang sendiri. Ibu tahu saya benar-benar muak melihat ibu sehingga saya selalu membolos dari jam pelajaran ibu di kelas biar ibu memperhatikan perasaan saya di kelas.

Ko
Baiklah kalau begitu.. Sekarang , Kita telah mengetahui bagaimana perasaan Adik kepada guru yang membuat Adik sering membolos dari sekolah sedangkan fokus permasalahan kita sekarang adalah perilaku membolos Adik. Mengenai tindakan membolos Adik , Apakah Adik merasa itu bagian dari tindakan pelarian Adik atas rasa ketidakpuasan Adik pada guru di kelas ?
Teknik Fokus
Ki
Iya... bu , Kalau mengingat guru itu saya benar-benar emosi dan terbawa suasana marah bu. Saya memang merasakan tindakan saya membolos ini merupakan salah satu upaya pelarian saya dari keadaan kelas yang tidak sesuai dengan harapan saya bu

Ko
Iya ibu maklumi Adik memang terbawa suasana. Adik merasa bahwa tindakan membolos ini memang sebagai pelarian dari suasana tidak menyenangkan di kelas. Adik sadar tidak Bagaimana akibat dari tindakan membolos ini baik pada diri Adik maupun orangtua Adik ?
Opened Question
Ki
Iya bu , Saya benar-benar menyadarinya bahkan saya mengalaminya sendiri bu sampai saya benar-benar dimarahi sama orangtua dan juga tindakan saya yang membolos ini tidak membawa perubahan apapun terhadap kondisi di kelas saya malah membolos membuat hubungan saya dengan orangtua dan guru menjadi tegang bu.

Ko
Dari jawaban Adik tadi ibu mengetahui bahwa Adik sadar akibat yang timbul dari tindakan membolos , Tetapi Kenapa tindakan membolos tetap Adik ambil sebagai jalan pelarian Adik atas ketidaknyamanan Adik di kelas?
Teknik Konfrontasi
Ki
Saya melakukan itu bu agar saya dapat diperhatikan , Saya dapat didengar , dan Saya dapat menyampaikan kepada guru tersebut bahwa cara mengajarnya banyak tidak disukai oleh siswa. Dan saya tahu tindakan membolos itu bukanlah tindakan yang tepat untuk diambil.

Ko
Adik tidak perlu menyesal terlalu dalam begitu , yang terjadi dimasa lalu biarlah menjadi kenangan dan pembelajaran yang terpenting adalah bagaimana Adik sekarang mampu menyadari kesalahan Adik dan mau berubah. Yang harus dilakukan sekarang adalah Adik harus menentukan tindakan-tindakan dan perilaku Adik dimasa yang akan datang sehingga kejadian membolos ini tidak terulang lagi.

Ki
Saya sangat berterima kasih sama ibu atas nasehatnya tadi , Tetapi disini saya bingung bu tindakan-tindakan apa yang harus saya ambil untuk mengatasi sikap membolos saya?

Ko
Sekarang , Adik harus sadar bahwa penyebab Adik itu membolos dari sekolah bukanlah dari faktor-faktor yang ada di luar diri Adik tetapi faktor-faktor itu datang dari dalam diri Adik sendiri. Sehingga adik harus menyadari dulu dan memunculkan rasa tanggung jawab dari diri Adik
Saya bertanggung jawab
Ki
Iya bu..

Ko
Sekarang ibu ingin Adik menyebutkan kalimat ‘Saya Bertanggung jawab....’ dengan kalimat akhir Adik yang menentukan sendiri Adik bertanggung jawab atas apa

Ki
Saya bertanggung jawab atas perbuatan saya membolos dari sekolah dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Ko
Nah itu sudah bagus.. dan disini ibu mengharapkan adik untuk selalu mengingat kata-kata yang adik ucapkan tadi untuk menjadi pegangan adik agar tidak lagi membolos. Apakah kamu mengerti?

Ki
Iya bu saya mengerti.

Ko
Nah, apakah ada hal lain lagi yang ingin kamu sampaikan ke ibu?

Ki
Oh, sudah tidak ada bu.. saya ucapkan terima kasih karena ibu sudah mau meluangkan waktu untuk mendengarkan masalah saya hari ini.

Ko
Iya adik, sama-sama.. sudah semestinya begitu kok..

Ki
Iya bu, kalau begitu saya pamit dulu bu, permisi bu..

Ko
Iya de hati-hati..

Ki
Assalamualaikum
Penutup
Ko
Wa’alaikumsalam..





0 komentar:

Posting Komentar